Budaya Bersih Yang Masih Jauh Dari Harapan

pic taken from klikhijau.com

Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Begitulah yang sering kita dengar dari orang tua kita saat kita masih kecil dulu. Dan memang pepatah orang tua itu benar adanya. Namun sayangnya tidak semua orang bisa memahami pepatah tersebut. Bahkan ada beberapa orang bahkan terkesan cuek akan kebersihan yang ada di lingkungan terdekatnya.

pic taken from fokussatu.id

Dengan koneksi yang cepat IndiHome milik Telkom Indonesia, tentunya kawan-kawan masih ingat saat ada salah satu restaurant cepat saji, karena manfaat internet yang begitu besarnya, viral di media sosial saat menggalakkan program bersihkan meja dengan membuang sisa makanan ke tempat sampah yang sudah disediakan saat setelah selesai makan di restaurant cepat saji tersebut. Namun yang ada bukannya mendukung, malah banyak netizen yang malah mencerca restaurant cepat saji tersebut. Mereka menghujat dengan komentar jika konsumen membersihkan sisa makanan mereka, lalu apa tugas staff lobi restaurant tersebut. Padahal sangat gampang sekali membuang makanan di restaurant cepat saji tersebut. Tinggal taruh semua sisa makanan di atas tray lalu buang di tempat sampah yang sudah disediakan pihak restaurant.

pic taken from gridoto.com

Pernahkah kawan-kawan saat dibelakang sebuah mobil atau motor, tiba-tiba sampah dengan gampangnya dibuang ke jalan oleh penumpang mobil atau pengendara motor? Nah hal tersebut juga masih amat sering kita perhatikan saat berada di jalanan umum. Padahal cukup dengan menyediakan 1 kantong untuk tempat sampah sementara, maka permasalahan tersebut tidak terjadi. Kantong sampah tersebut nantinya tinggal dibuang di tempat sampah. Beres masalahnya.

pic taken from kumparan.com

Budaya untuk menjaga kebersihan di tempat umum juga masih belum menjadi kebiasaan. Setiap selesai sebuah hajatan, dipastikan pemandangan sampah yang berserakan mulai dari kotak nasi hingga botol air mineral terpampang dengan jelas meskipun tempat sampah sudah disediakan oleh panitia acara atau tuan rumah hajatan tersebut. Bukan hanya sekelas kampung, namun hingga sekelas MotoGP yang dihelat di sirkuit Mandalika pun tidak lepas dari budaya membuang sampah sembarangan. Padahal biasanya tempat sampah sudah disediakan. Tinggal kita membuang ke tempat sampah yang disediakan.

pic taken from luluksobari.com

Memang budaya untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke tempatnya belum sepenuhnya merasuk ke setiap warga negara Indonesia. Namun hal ini bukanlah menjadi penghalang bagi kita yang memang sudah terbiasa hidup bersih untuk memberikan contoh kepada kawan-kawan kita atau orang lain untuk hidup lebih bersih. Ada pepatah juga yang mengatakan rubahlah dirimu menjadi lebih baik sebelum merubah orang untuk menjadi lebih baik. Begitu juga gunakan jarimu dengan bijak saat berinternet ria agar bisa mendapatkan manfaat yang positif dari internetnya indonesia.




Posting Komentar untuk "Budaya Bersih Yang Masih Jauh Dari Harapan"