Dalam hal mobil listrik, alau bisa menjadi first mover kenapa harus follower??

mobil-listrik-selo

Dari artikel om irfan pertamax7.com disini, disebutkan bahwa SELO mobil listrik buatan anak bangsa Indonesia akan diambil alih oleh negara Malaysia. Beberapa petikan kalimat yang dilontarkan oleh kepala BBPT Bapak Unggul Priyanto yang tidak mempermasalahkan kalau diincar Malaysia.

rc-banner1



yaps, begitulah komentar pak Unggul Priyanto yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganggap jika mobil listrik di incar malaysia bukanlah menjadi masalah, berikut petikannya kepada merdeka.com

Ya, gak papa. Lagian Malaysia juga gak jago-jago amat bikin mobil kan?
Gak papa. Kalau pun untuk dijual, siapa yang mau beli?
Berapa banyak yang mau beli?”
mengapa beliau menjawab seperti itu, alasannya seperti ini

Jadi begini, mobil listrik kenapa belum waktunya jadikan industri, hal ini karena di negara maju sekalipun mobil listrik belum komersial.
Kalau dibikin industri, saya rasa gak yakin bisa laku. Masalahnya kan juga kesulitan pada baterainya dan stasiun pengisian listriknya. Ini yang menjadi kendalanya.
Tetapi, kalau riset saya setuju,”
lebih detail

Untuk negara yang masih membutuhkan energi listrik untuk sumber-sumber energi perumahan dan industri penjualan mobil listrik tentu sulit dilakukan.
Mengingat SDE listrik jg di negara kita terbatas, dan stasiun pengisian bahan bakar listrik tentu membutuhkan sumber energi listrik yg besar.
Di tambah lagi, TDL yang tinggi dan jangka pemakaian baterei yg tidak begitu lama


SELO

Saya jujur waktu membaca artikel om irfan ini mengernyutkan dahi. Kenapa? Karena saatnya sekaranglah Indonesia bisa berbicara banyak mengenai "memproduksi" sebuah mobil. Kenapa? Karena semua pabrikan hampir dalam kondisi yang sama dimana riset mobil listrik sedang berjalan dan belum menjadi sangat komersil. Memang Indonesia tertinggal. Tapi kalau tidak sekarang kapan lagi. Eh ini malah kepala BPPT ngomongnya kayak gitu. Mentalnya bener-bener mental follower.

Sepertinya cerita seperti tari pendet, rendang, batik, dll yang dibajak malaysia akan terulang lagi di mobil SELO ini. Begitu nanti sukses dan terkenal, para oknum pemerintahan akan teriak itu punya Indonesia. Cape dehhh.. Sekarang saat diambil alih pada kemana semua ni para calon oknum..

1 komentar untuk "Dalam hal mobil listrik, alau bisa menjadi first mover kenapa harus follower??"

  1. Sayangnya org indo (baca: pemerintahnya) ga mau jd 1st mover

    http://macantua.com/2015/09/12/belajar-parkir-jangan-hanya-belajar-nyetir/

    BalasHapus

Posting Komentar