Nikmati "zona nyaman anda" and don't be greedy

image



Banyak yang beranggapan bahwa saat mulai berusaha sendiri berarti meninggalkan zona nyaman. Saya dapat mengajukan pertanyaan ini ke mr.joger. Lalu jawaban mr.joger seperti ini "kenapa harus meninggalkan zona nyaman? Berarti anda melakukan usaha bukan dari hati". Deng dong.. Jadi yang dimaksud dengan zona nyaman disini sangat luas sekali. Mengapa anda mulai usaha dengan wajah yang menyerungut tiap hari tanpa senyuman? Berarti anda tidak menikmati proses "lahirnya" usaha tersebut. Cobalah untuk selalu tersenyum dalam setiap kegiatan anda walaupun sedang dalam kesusahan. Bukankah hati yang senang dan gembira bisa mempengaruhi pola pikir kita menjadi lebih positif.
Lalu tips selanjutnya adalah don't be greedy alias jangan serakah. Tiap orang sudah punya bagian masing-masing. Saat itu mr.joger mencontohkan usahanya sendiri. Sebelum produk joger lahir, ortu dari mr.joger punya toko kelontong di pasar badung denpasar. Nah saat produk joger mulai booming, mr.joger akhirnya menutup toko kelontong tersebut dan hanya FOKUS membesarkan brand joger.
Untuk tips kedua ini, jujur saja bagi saya dan teman-teman lainnya mungkin agak susah diterapkan. Kenapa? Ini adalah sifat bawaan manusia dari dahulu kala. Sekarang tinggal pintar-pintar kita menahan hawa nafsu tersebut agar tidak makin merepotkan. Tapi semua bisa dilakukan asal ada niat kan. So selamat mencoba..

8 komentar untuk "Nikmati "zona nyaman anda" and don't be greedy"

  1. penikmat otomotif27 Februari 2013 20.03

    pertamax bli.
    JOGER "Pusat Tolah Toleh Bali" bener gak ?? heheheh :D

    BalasHapus
  2. Tolah toleh cuci mata maksudnya ya wakakakaka..

    BalasHapus
  3. salam kenal
    tulisan yg bagus. saat ini saya juga sedang mengalami kegundahan yg sangat besar. saya terobsesi untuk menjadi petani. bayangkan, petani. sedangkan saat ini saya bekerja sebagai pegawai. akhirnya setiap pulang kantor saya berkubang dengan lumpur. tapi bahagia batin dan pikiran saya. entahlah bgmn ini nt kedepannya. trims

    BalasHapus
  4. penikmat otomotif4 Maret 2013 19.33

    jalani keduanya dulu mas.. ayah saya juga seorang pegawai (pagi sampai siang) sekaligus petani (siang sampai malam). dan suatu saat pun saya mempunyai kewajjiban melajutkan, menggarap lahan pertanian tersebut, :D

    BalasHapus
  5. penikmat otomotif4 Maret 2013 19.34

    hehehe mungkin bli.. soalnya kata temen yang pernah kesana banyak tulisan plesetan yang lucu di toko tersebut..

    #kreatif tiada henti,,

    BalasHapus
  6. Trims mas. memang sebaiknya di jalani dulu ke2 nya. yg penting dapur ngebul dulu buat anak istri, dan tetap kita jalani pekerjaan kita sebagai pegawai/karyawan dan menikmati obsesi kita pengusaha/petani. Prinsip saya sih, jadi pegawai ada batas waktunya (pensiun/resign), tetapi jadi Pengusaha/petani akan menjadi profesi sampai tua/mati :)). Dan saat ini saya coba mendidik anak untuk tidak harus menjadi pegawai, tapi memaksimalkan potensi diri ( tapi memang susahnya setengah mati he he he). trims buat penulis blog ini.

    BalasHapus
  7. @mas gun dan penikmat otomotif
    saya setuju dengan mas..
    maaf sebelumnya, bukannya mengecilkan pekerjaan sebagai petani tapi fakta dilapangan sekarang adalah petani masih dieksploitasi. pemerintah menurut saya masih setengah hati dalam mensejahtrakan petani. pemerintah lebih senang mengimpor beras dari luar negeri dibandingkan dengan memberdayakan dan melindungi petani. jadi menurut saya, kedua pekerjaan tersebut harus tetap dipegang. kerjaan pegawai untuk dapur sedangkan bertani utk menyalurkan hobi. tapi kalau tetap ingin jadi pengusaha di bidang pertanian, tidak harus selalu turun ke sawah kan mas? bisa saja mas menjadi suplier pertanian sembari meluangkan hobi sesekali ikut mencangkul ke sawah. jadi hobi dan urusan dapur bisa sejalan..
    semoga bisa membantu

    BalasHapus
  8. @mas gun
    saya setuju mas dengan cara mendidik anak yang mas lakuin.
    tanamkan dari usia dini berwiraswasta dan ga usah malu melakukan setiap pekerjaan

    BalasHapus

Posting Komentar